AGEN JUDI BOLA ONLINE - Jerman berhasil meraih gelar juara dunia untuk ke-empat kalinya setelah mereka berhasil melewati hadangan tim Tango, Argentina melalui drama perpanjangan waktu. Gol "Silver" kemenangan tim Panser dicetak pemain muda Bayern Munich, Mario Gotze.
Raihan gelar juara dunia tersebut juga yang mematahkan mitos yang mengatakan jika gelar juara tidak akan lepas dari tim Amerika Latin apabila diselenggarakan di tanah sendiri.
Dunia pun langsung bereaksi atas kesuksesan tim asuhan Joachim Low tersebut, seperti harian
Marca menulis: "Jerman, waktunya kembali. Gotze mengambil mantel Iniesta."
Kemudian harian
AS yang juga berasal dari Spanyol, "Jerman menaklukkan Amerika. Argentina tidak inferior kepada Jerman dengan memberikan perlawanan yang keras, meski stabil dan mencapai final, dan memiliki peluang namun mereka tidak bisa memberikan Messi pelayanan yang cukup."
Tidak ketinggalan pula media-media Italia juga menulis bahwa Jerman memang tim yang paling layak merebut titel juara di Brazil karena mereka memainkan sepakbola terbaik di Piala Dunia kali ini.
"Ini Jerman! Bintang keempat diraih dengan kemenangan atas Argentina lewat babak tambahan waktu. Titel juara jatuh ke tim yang memainkan sepakbola terbaik di Piala Dunia kali ini," dalam headline
Tuttosport.
"Titel keempat Jerman diraih lewat momen luar biasa dari pemain Bayern Munich,
Mario Gotze dan umpan dari Andre Schurrle. Dua pemain muda yang masuk dari bangku cadangan, menampilkan kekuatan kedalaman skuat Jerman dan bagaimana mereka layak menerima kesuksesan sebagai tim yang benar-benar memaknai kata tersebut. Tim yang bermain bersama selama bertahun-tahun dan sekarang saatnya meraih hasil yang telah mereka tanam," puji
La Gazzetta dello Sport.
Media Argentina pun tak sungkan untuk mencurahkan kekecewaan atas penampilan anti-klimaks Messi di laga puncak. Sementara ada yang menganggap Argentina layak mendapatkan penalti setelah Higuain dilanggar Manuel Neuer.
"Ini merupakan pukulan telak untuk hati. Adalah
Messi yang tanpa keraguan memastikan jalan menuju tahap ini untuk tim di Piala Dunia, yang mana menghilangkan keraguan dan menimbulkan kepercayaan diri. Namun melawan Belanda dan Jerman dia gagal untuk menampilkan performa yang dinanti dunia untuk memberikannya mahkota," tulis
La Nacion dengan kecewa.
"Harapan kami tercuri, ini adalah pukulan untuk publik. Tim kalah dari Mario Gotze yang luar biasa di perpanjangan waktu, dikalahkan lagi oleh Jerman seperti di tahun 1990. Argentina menampilkan performa membanggakan dan tak mendapatkan penalti yang jelas untuk pelanggaran pada Higuain di babak kedua. Meski terluka, pemain memenangkan penghormatan dari hati kami," tulis
Ole yang tak lupa memuji perjuangan Tim Tango.
Posted:
www.starbettings.net